Universitas Terbuka Yogyakarta Raih Penghargaan “Penggerak Utama Demokrasi Pendidikan dan Akses Belajar Inklusif” pada JBBA 2026

Yogyakarta, 15 Juli 2026 – Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan “Penggerak Utama Demokrasi Pendidikan dan Akses Belajar Inklusif” dalam ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 yang diselenggarakan oleh Harian Jogja di Kasultanan Ballroom, Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Acara penghargaan yang mengusung tema “Smartly Cultured, Sustainably Driven”. Terinspirasi dari filosofi jawa Hamemayu Hayuning Bawana, yang merupakan filosofi luhur budaya Jawa yang berarti memperindah keindahan dunia serta menjaganya agar tetap selamat, damai, dan lestari. Acara dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara, Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Bupati Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., para pimpinan perguruan tinggi, pelaku usaha, budayawan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Penghargaan diberikan kepada institusi yang dinilai berhasil memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi, tata kelola yang baik, dan kontribusi berkelanjutan terhadap pembangunan daerah.

Jogja Brand and Business Awards 2026 merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan berdasarkan riset independen dan penilaian komprehensif terhadap berbagai institusi, perusahaan, dan organisasi. Penilaian tidak hanya berfokus pada capaian organisasi, tetapi juga memperhatikan aspek tata kelola, inovasi, dampak sosial, persepsi publik, serta kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Dalam proses penilaiannya, JBBA mengacu pada tiga klaster utama, yaitu pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi berkelanjutan. Penghargaan yang diterima UT Yogyakarta menunjukkan bahwa peran UT dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat telah memberikan dampak yang luas dan selaras dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang inklusif.

Selain pemberian penghargaan, acara ini juga menjadi wadah pertemuan para pemimpin daerah, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan mengenai pentingnya keberlanjutan, inovasi, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penghargaan ini memberikan berbagai dampak strategis, diantaranya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan Universitas Terbuka, memperkuat citra UT sebagai pelopor pendidikan inklusif yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dan tentunya memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi.

Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi Universitas Terbuka Yogyakarta. Prestasi tersebut membuktikan bahwa upaya memperluas akses pendidikan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat. UT menyadari bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara, sehingga inovasi layanan dan peningkatan kualitas pembelajaran harus terus dilakukan sesuai kebutuhan zaman. Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika, SALUT, dan mitra UT untuk terus menghadirkan layanan yang semakin prima, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), UT telah menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga. Melalui penghargaan ini, Universitas Terbuka berharap semakin banyak masyarakat yang berani mengambil kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala waktu, lokasi, maupun biaya. UT juga berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan jaringan layanan di berbagai daerah.

