Momentum Dies Natalis ke-42
UT Yogyakarta Perkuat Layanan untuk 31.184 Mahasiswa dan Sambut 6.574 Mahasiswa Baru

Yogyakarta – Perayaan Dies Natalis ke-42 Universitas Terbuka (UT) menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Mengusung tema “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”, peringatan tahun ini menegaskan perjalanan panjang UT sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang terus berkembang melalui inovasi serta perluasan layanan pendidikan.
Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Terbuka, UT Yogyakarta turut menyambut Dies Natalis ke-42 dengan capaian yang membanggakan. Pada tahun ini, UT Yogyakarta berhasil mencatatkan 6.574 mahasiswa baru, sementara jumlah mahasiswa aktif yang dilayani mencapai 31.184 mahasiswa. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang diselenggarakan UT, sekaligus memperkuat peran UT Yogyakarta dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.
Perayaan Dies Natalis ke-42 UT Yogyakarta berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur UT Yogyakarta, Prof. Dr. Agus Santoso, M.Si., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, alumni, mitra, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perkembangan Universitas Terbuka. Dalam sambutannya, Prof. Agus Santoso menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih UT hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen institusi. “Kita patut bersyukur atas perjalanan panjang Universitas Terbuka yang kini memasuki usia ke-42 tahun. Berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama dan semangat untuk terus memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Yogyakarta, Partogi Dame Pakpahan, S.E., M.Si. Kehadiran alumni menjadi simbol kuatnya hubungan antara UT dan para lulusannya yang terus berkontribusi di berbagai bidang. Pada kesempatan tersebut, IKA UT Yogyakarta juga memberikan berbagai hadiah menarik yang semakin menambah semarak perayaan dan memperkuat semangat kebersamaan antara alumni dan sivitas akademika UT.
Selain mengikuti rangkaian kegiatan yang terhubung secara daring dengan Universitas Terbuka Pusat, UT Yogyakarta juga menyelenggarakan berbagai kegiatan internal untuk mempererat hubungan antarpegawai. Beragam games interaktif dan pembagian doorprize menarik disambut antusias oleh seluruh staf. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana gembira, tetapi juga menjadi sarana membangun kekompakan, meningkatkan koordinasi, dan memperkuat kerja sama antarpegawai dalam mendukung pelayanan kepada mahasiswa.
Sementara itu, puncak peringatan Dies Natalis ke-42 Universitas Terbuka yang diselenggarakan di UT Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, berlangsung secara luring dan daring serta terhubung dengan seluruh UT Daerah di Indonesia. Acara diawali dengan penayangan Company Profile UT 2026 dan video sejarah Universitas Terbuka yang menggambarkan perjalanan, transformasi, serta arah pengembangan institusi di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berubah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan spesial Mr. Lee Sung Kun, penyerahan hasil karya, serta berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi sivitas akademika dan mitra UT. Pada kesempatan tersebut, Universitas Terbuka juga memberikan Anugerah Prakarsa Inklusi dan menerima penghargaan Rekor MURI, sebagai pengakuan atas komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Semangat inovasi yang menjadi tema Dies Natalis tahun ini juga diwujudkan melalui peluncuran sejumlah inovasi dan pengembangan layanan, termasuk peluncuran aplikasi baru, UT Jakarta 2, Buku Dies Natalis ke-42 UT, serta Buku Non-Bahan Ajar (BNBA). Publikasi tersebut memuat berbagai capaian, karya, dan produk inovatif yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa sebagai refleksi kualitas akademik Universitas Terbuka yang terus berkembang.
Dies Natalis juga menjadi ruang apresiasi bagi seluruh insan dan mitra UT. Pada kesempatan tersebut diumumkan para pemenang Disporseni Nasional UT 2026, berbagai kompetisi dalam rangka Dies Natalis, pemberian Anugerah Mitra UT, serta Rektor Award untuk sejumlah kategori, antara lain Dosen Terbaik, Ketua Program Studi Terbaik, Tenaga Kependidikan Terbaik, UT Daerah Terbaik, Tenaga Keamanan Terbaik, Tenaga Kebersihan Terbaik, dan Tenaga Pemeliharaan Gedung Terbaik.
Puncak acara semakin semarak dengan peluncuran dan peresmian Mars PERMATA (Perempuan Mandiri Universitas Terbuka), penampilan Armada Band, penayangan logo Dies Natalis ke-42 UT, serta penyerahan estafet kepanitiaan Dies Natalis dan Disporseni untuk penyelenggaraan berikutnya. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus penguatan identitas Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang terus bertumbuh dan berinovasi.
Pada usia ke-42 tahun, Universitas Terbuka kini melayani 856.444 mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia maupun berbagai negara. Capaian tersebut menegaskan peran strategis UT dalam menyediakan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, berbasis teknologi, dan dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu. Semangat yang sama terus diwujudkan oleh UT Yogyakarta melalui peningkatan kualitas layanan dan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat.
Melalui momentum Dies Natalis ke-42 ini, UT Yogyakarta berharap seluruh sivitas akademika dapat terus memperkuat budaya inovasi, kolaborasi, dan pelayanan prima. Sejalan dengan tema “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”, UT berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, berdaya saing global, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, UT Yogyakarta optimistis dapat terus tumbuh, memperluas jangkauan layanan, dan mencetak lebih banyak sumber daya manusia unggul untuk Indonesia.



