“Mbagi Toya, Nukulke Tresna”
IKA UT Yogyakarta Salurkan 27 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul
Gunungkidul – Komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat diwujudkan oleh Ikatan Alumni Universitas Terbuka Yogyakarta (IKA UT Yogyakarta) melalui kegiatan Bakti Sosial Droping Air Bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Mengusung semangat “Mbagi Toya, Nukulke Tresna” yang memiliki arti “membagi air menumbuhkan cinta”. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih selama musim kemarau. Kegiatan secara simbolis dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026) di Dusun Tekik, Kalurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Penyaluran bantuan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 September 2026, dengan total distribusi sebanyak 27 tangki air bersih yang disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih.

Musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan beberapa kawasan di Gunungkidul mengalami krisis air. Berangkat dari kondisi tersebut, IKA UT Yogyakarta bersama Universitas Terbuka Yogyakarta mengambil peran nyata dalam membantu masyarakat melalui program sosial yang menyentuh kebutuhan paling mendasar. Wilayah penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah lokasi yang menerima distribusi air bersih antara lain Dusun Tekik, Dusun Surulanang di Karangduwet Paliyan, Dusun Klayu, Sumberwungu Tepus, serta Dusun Gude, Sumberwungu, Tepus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada pukul 10.00 WIB yang dipandu oleh panitia. Acara dilanjutkan dengan laporan dari Koordinator Lapangan, Asbani, S.Pd., M.Pd., mengenai pelaksanaan distribusi bantuan serta kondisi masyarakat penerima manfaat. Pada kesempatan tersebut, Direktur UT Yogyakarta, Prof. Dr. Agus Santosa, M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi kepada IKA UT Yogyakarta yang konsisten menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, organisasi alumni memiliki peran strategis tidak hanya sebagai wadah silaturahmi dan pengembangan jejaring, tetapi juga sebagai mitra perguruan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengapresiasi upaya IKA UT Yogyakarta yang terus menghadirkan program nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa alumni Universitas Terbuka mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang ada,” ujar Prof. Agus.
Sambutan positif juga disampaikan oleh Dukuh Tekik yang mewakili masyarakat setempat. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh keluarga besar IKA Universitas Terbuka Yogyakarta. Menurutnya, bantuan air bersih yang disalurkan sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung. Rangkaian seremoni kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ikhsan Winarno, alumni Universitas Terbuka angkatan 1997. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan bakti sosial ini dihadiri oleh berbagai unsur yang menunjukkan kuatnya kolaborasi antara almamater, alumni, mahasiswa, dan masyarakat.
Turut hadir Ketua IKA UT Yogyakarta, Partogi Dame Pakpahan, S.E., M.Si., beserta jajaran pengurus, yaitu Siti Lestari, Dwi, Vedo, Eni Indarwati, Anik, dan Asbani. Hadir pula Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Yogyakarta, Suyatno, M.Si., bersama sejumlah staf UT Yogyakarta. Dari unsur mitra daerah, kegiatan juga diikuti oleh jajaran SALUT Mentari Gunungkidul, mahasiswa Universitas Terbuka, perangkat dusun, para Ketua RT, dan warga penerima bantuan. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dan lingkungan sekitar.

Bagi IKA UT Yogyakarta, kegiatan ini bukan sekadar tentang jumlah tangki air yang berhasil disalurkan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran alumni di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Melalui semangat “Mbagi Toya, Nukulke Tresna”, IKA UT Yogyakarta ingin menegaskan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar. Air yang dibagikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol solidaritas, kebersamaan, dan kasih sayang kepada sesama. Kolaborasi antara almamater, alumni, mahasiswa, dan masyarakat, IKA UT Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya untuk hadir, berbagi, dan mengabdi bagi negeri.


