Keseruan Menggema di Masjid MA Darul Muslihin:
UT Yogyakarta Mengajak Siswa Melangkah Menuju Masa Depan dengan Penuh Optimis

Suasana hangat terasa sejak pagi ketika kegiatan sosialisasi perguruan tinggi digelar di Masjid MA Darul Muslihin pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 08.30 hingga selesai. Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta bersama tim mahasiswa hadir langsung memberikan pemaparan kepada lebih dari 50 siswa yang menjadi peserta kegiatan. Kehadiran UT memberi energi berbeda lebih dekat, lebih komunikatif, dan menghadirkan suasana dialog yang membuat siswa antusias sejak awal sesi. Ruang masjid yang biasanya dipakai untuk kajian dan kegiatan ibadah berubah menjadi pusat perhatian penuh semangat, tempat para siswa mendengarkan penjelasan mengenai peluang pendidikan tinggi yang bisa diraih siapa saja tanpa terkendala ruang dan waktu. Kegiatan seperti ini diperlukan untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai perguruan tinggi, terutama bagi sekolah berbasis pesantren atau madrasah, yang seringkali memiliki ritme akademik sekaligus kegiatan keagamaan yang padat. Dengan memberikan informasi langsung, sekolah berharap siswa dapat mengenali potensi diri dan menentukan pilihan masa depan dengan lebih mantap

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran UT Yogyakarta dan SALUT Bantul. Menurut perwakilan MA Darul Muslihin, sistem pembelajaran UT dianggap sangat relevan dengan karakter siswa madrasah rajin, mandiri, dan terbiasa membagi waktu antara kegiatan keagamaan dan akademik. Fleksibilitas UT dalam menyediakan perkuliahan daring membuat sekolah melihat kesesuaian yang mempertemukan harapan sekolah, kebutuhan siswa, dan model pendidikan UT yang terbuka. Mereka menilai UT dapat menjadi opsi terbaik bagi siswa yang ingin kuliah tanpa harus meninggalkan kewajiban pesantren atau pekerjaan keluarga.

Keunggulan UT terlihat jelas dalam penyampaian materi biaya kuliah yang ramah, sistem belajar jarak jauh yang memberi ruang bagi siswa untuk tetap menjalankan aktivitas lain, jadwal perkuliahan yang tidak mengikat, serta layanan sebagai pusat pendampingan belajar di daerah. Ini menjadi nilai jual yang sangat menarik, terutama bagi siswa madrasah yang membutuhkan fleksibilitas namun tetap ingin melanjutkan pendidikan tinggi berkualitas.

Kegiatan diakhiri dengan pesan inspiratif bahwa masa depan bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi sesuatu yang bisa dirancang perlahan dengan langkah yang tepat. Kehadiran UT Yogyakarta dan SALUT Bantul menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat ditempuh oleh siapa saja, kapan saja, dan dengan cara yang paling sesuai dengan situasi masing-masing. Dengan bekal informasi yang diterima hari itu, diharapkan siswa MA Darul Muslihin semakin percaya diri melangkah, karena perjalanan menuju masa depan yang baik dimulai dari keberanian untuk mengetahui lebih banyak dan memilih dengan penuh kesadaran.



