Senyum dan Harapan Mengisi Edufair SMAN 1 Temon 2026 :
UT Yogyakarta dan SALUT Cahaya Merapi Hadir Jadi Sahabat Bagi Masa Depan Siswa

Kemeriahan menyelimuti Edufair SMAN 1 Temon yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 07.30–12.00. Acara ini menjadi ajang yang ditunggu para siswa, terlebih dengan kehadiran Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta bersama SALUT Cahaya Merapi yang hadir langsung dipimpin oleh Drs. Mujiman, M.Pd., bersama tim pendamping. Suasana sekolah terasa hidup, penuh antusiasme 459 siswa yang bergiliran mengunjungi stand perguruan tinggi untuk menggali masa depan mereka. Acara pameran dibuka dengan seremoni, sambutan dari pihak sekolah serta Balai Dikmen, sebelum para siswa melakukan kunjungan ke tiap stand pendidikan. Penyelenggaraan edufair ini lahir dari kebutuhan nyata bahwa siswa SMA kini berhadapan dengan pilihan perguruan tinggi yang sangat beragam, namun tidak selalu mengetahui jurusan yang tepat untuk potensi mereka. Tren nasional menunjukkan bahwa banyak siswa masih kebingungan menentukan arah studi karena minimnya informasi mendalam tentang kampus, jurusan, dan prospek karier. Di tingkat sekolah sendiri, guru BK kerap menemukan bahwa siswa membutuhkan ruang eksplorasi yang terarah agar tidak salah langkah menjemput masa depan. Maka, edufair menjadi solusi konkret memberikan data, paparan langsung, serta ruang dialog antara siswa dan perguruan tinggi yang hadir.

Pihak SMAN 1 Temon menyambut positif keterlibatan UT Yogyakarta dan SALUT Cahaya Merapi. Perwakilan sekolah menilai UT sangat relevan dengan karakter siswanya yang beragam, baik dari segi minat, gaya belajar, maupun kesiapan melanjutkan pendidikan. Sekolah mengapresiasi model pembelajaran fleksibel UT yang dianggap cocok bagi siswa yang ingin kuliah tanpa meninggalkan aktivitas lain seperti bekerja, berwirausaha, maupun mengembangkan skill tambahan. Kolaborasi ini dirasa selaras dengan visi sekolah yang ingin memfasilitasi siswa untuk berkembang sesuai kapasitasnya, bukan sekadar mengikuti arus. Antusiasme siswa pun sangat terlihat. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa UT adalah perguruan tinggi negeri dengan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, sehingga mereka tetap bisa kuliah meski memiliki kegiatan lain. Diskusi langsung dengan tim UT dan SALUT membuka pemahaman baru bagi mereka mengenai jurusan-jurusan yang tersedia, peluang karier setelah lulus, hingga kemudahan akses belajar melalui platform digital.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat. Bagi siswa, edufair menjadi pintu awal mengenal lebih jauh dunia perkuliahan dan menemukan jurusan yang selaras dengan passion mereka. Bagi sekolah, kegiatan ini memperkuat layanan BK serta memperluas relasi dengan perguruan tinggi, termasuk UT yang selama ini dikenal membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Sementara bagi UT Yogyakarta, kehadiran di edufair menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan konsep pendidikan terbuka kepada calon mahasiswa, sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi negeri tidak selalu berarti perkuliahan dengan jadwal ketat dan ruang kelas yang kaku.


